Rabu, 01 Februari 2012

Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Indonesia “

A. Keragaman Suku Bangsa di Indonesia
1. Persebaran suku bangsa di Indonesia
Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai
ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan
asal-usul dan kebudayaan. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk
mengenal suatu suku bangsa, yaitu: ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan
kesenian yang sama. Contoh ciri fisik, antara lain warna kulit, rambut, wajah,
dan bentuk badan. Ciri-ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa
dengan suku bangsa lainnya.
Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka
percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga
merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai
bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang
mereka.
Dari mana nenek moyang bang-sa Indonesia berasal? Ada teori yang
menyatakan penduduk Indonesia berasal dari daratan Cina Selatan, Provinsi
Yunan sekarang. Ada juga teori “Nusantara.” Mari kita bahas kedua
teori ini.
Menurut teori pertama Suku bangsa Yunan datang ke Indonesia secara
bergelombang. Ada dua gelombang terpenting.
1. Gelombang pertama terjadi sekitar 3000 tahun yang lalu. Mereka
yang pindah dalam pe-riode ini kemudian dikenal sebagai rumpun
bangsa Proto Melayu. Proto Melayu disebut juga Melayu Polynesia.
Rumpun bangsa Proto Melayu tersebar dari Madagaskar hingga Pasifik
Timur. Mereka bermukim di daerah pantai. Termasuk dalam bangsa
Melayu Tua adalah suku bangsa Batak di Sumatera, Dayak di
Kalimantan, dan Toraja di Sulawesi.
2. Gelombang kedua terjadi sekitar 2000 tahun lalu, disebut Deutero
Melayu. Mereka disebut penduduk Melayu Muda. Mereka mendesak
Melayu Tua ke pedalaman Nusantara. Termasuk bangsa Melayu Muda
adalah suku bangsa Jawa, Minang-kabau, Bali, Makassar, Bugis, dan
Sunda.
Menurut teori “Nusantara” penduduk Indonesia tidak berasal dari luar.
Teori ini didukung banyak ahli, seperti J.Crawfurd, K.Himly, Sutan Takdir
Alisjahbana, dan Gorys Keraf. Menurut para ahli ini penduduk Indonesia
(bangsa Melayu) sudah memiliki peradaban yang tinggi pada bada ke-19
SM. Taraf ini hanya hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya
yang lama. Hal ini menunjukkan penduduk Indonesia tidak berasal dari
mana-mana, tetapi berasal dan berkembang di Nusantara.
Meskipun ada teori yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai
nenek moyang yang sama, kenyataannya ada beraneka ragam suku
bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah suku bangsa di Indonesia. Diperkirakan ada 300 sampai
500 suku bangsa yang tinggal di Indonesia. Perbedaan jumlah ini dikarenakan
perbedaan para ahli dalam mengelompokkan suku bangsa.
Lalu apa yang menyebabkan terjadinya keragaman suku bangsa di
Indonesia? Keragaman suku bangsa di Indonesia antara lain disebabkan
oleh:
1. perbedaan ras asal,
2. perbedaan lingkungan geografis,
3. perbedaan latar belakang sejarah,
4. perkembangan daerah,
5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan
6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri.
Dari faktor-faktor di atas, faktor lingkungan geografis dan kemampuan
adaptasi atau menyesuaikan diri sangat berpengaruh. Faktor lingkungan
geografis yang menyebabkan keanekaragaman suku bangsa antara lain
sebagai berikut.
1. Negara kita berbentuk kepulauan. Penduduk yang tinggal di satu pulau
terpisah dengan penduduk yang tinggal di pulau lain. Penduduk tiap
pulau mengembangkan kebiasaan dan adat sendiri. Dalam waktu yang
cukup lama akan berkembang menjadi kebudayaan yang berbeda.
2. Perbedaan bentuk muka bumi, seperti daerah pantai, dataran rendah,
dan pegunungan. Penduduk beradaptasi dengan kondisi geografis
alamnya. Adaptasi itu dapat terwujud dalam bentuk perubahan tingkah
laku maupun perubahan ciri fisik. Penduduk yang tinggal di daerah
pegunungan misalnya, akan berkomunikasi dengan suara yang keras
supaya dapat didengar tetangganya. Penduduk yang tinggal di daerah
pantai atau di daerah perairan akan mengembangkan keahlian menangkap ikan, dan sebagainya. Perubahan keadaan alam dan proses
adaptasi inilah yang menyebabkan adanya keanekaragaman suku
bangsa di Indonesia.
Besar kecilnya suku bangsa yang ada di Indonesia tidak merata. Suku
bangsa yang jumlah anggotanya cukup besar, antara lain suku bangsa
Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bugis, Makassar, Minangkabau, Bali, dan
Batak.
Biasanya suatu suku bangsa tinggal di wilayah tertentu dalam suatu
provinsi di negara kita. Namun tidak selalu demikian. Orang Jawa, orang
Batak, orang Bugis, dan orang Minang misalnya, banyak yang merantau
ke wilayah lain.
2. Menghormati keragaman suku bangsa
Bangsa kita terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Keragaman suku bangsa ini merupakan kekayaan bagi bangsa kita. Kita harus mengembangkan sikap menghormati suku-suku bangsa lain dan kebudyaan yang berbeda
dengan kebudayaan kita. Bagaimana kita bisa bersikap menghormati keragaman suku bangsa yang ada di tanah air? Kita bisa mengembangkan sikap berikut ini.
1. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam
pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku
bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain
harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa.
2. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku
bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita
bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka.
Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami
adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga.
3. Tidak menjelek-jelekkan, menghina, dan merendahkan suku-suku bangsa
lain. Kita, manusia yang diciptakan Tuhan dengan harkat dan martabat
yang sama. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghina suku
bangsa lain.
Mengapa kita harus menghormati keragaman suku bangsa? Keragaman
suku bangsa merupakan kenyataan bangsa kita. Inilah kekayaan bangsa
kita. Kalau kita tidak menghormati suku bangsa sendiri, kita tidak akan
menjadi bangsa yang kuat. Kita tidak boleh hanya membanggakan suku
bangsa kita sendiri dan merendahkan suku bangsa lain. Kalau kita tidak
menghormati keanekaragaman suku bangsa, tidak akan tercipta kedamaian
dalam hidup bersama. Tidak adanya saling menghormati antarsuku bangsa
akan menimbulkan konflik. Contohnya banyak. Antara lain konflik di Poso,
konflik di Sambas, dan konflik di Maluku. Dengan adanya konflik-konflik
itu persatuan dan kesatuan bangsa jadi ternodai. Bila terjadi perselisihan
antarsuku bangsa, bangsa kita akan lemah. Oleh karena itu, sudah
seharusnya kita mengembangkan sikap saling menghormati antarsuku
bangsa.
B. Keanekaragaman Budaya di Indonesia
Di antara makhluk-makhluk hidup, hanya manusia yang menghasilkan
kebudayaan. Dengan akal budi yang dimilikinya, manusia membentuk kebudayaan.
Hal ini cocok dengan istilah kebudayaan itu sendiri. Istilah budaya
berasal dari kata Sansekerta, yaitu buddayah atau buddhi yang berarti
akal budi. Kebudayaan berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal
budi manusia.
Ada tiga bentuk kebudayaan, yaitu kebudayaan dalam bentuk gagasan,
kebiasaan, dan benda-benda budaya.
1. Kebudayaan yang berupa gagasan, antara lain ilmu pengetahuan, adat
istiadat, dan peraturan.
2. Kebudayaan yang berupa kebiasaan, antara lain cara mencari makan
(mata pencarian), tata cara pergaulan, tata cara perkawinan, kesenian,
dan bermacam-bermacam upacara tradisi.
3. Kebudayaan yang berupa benda adalah semua benda yang diciptakan
oleh manusia, seperti alat-alat keperluan sehari-hari, rumah, perhiasan,
pusaka (senjata), kendaraan, dan lain-lain.
Manusia menciptakan kebudayaan untuk bertahan hidup dan memenuhi
kebutuhannya. Selain itu, kebudayaan juga diciptakan untuk mengolah
alam agar bermanfaat untuk kehidupan manusia. Karena kondisi lingkungan
alam berbeda-beda, maka terjadilah keanekaragaman kebudayaan.
1. Mengenal keragaman budaya di Indonesia
Wilayah Indonesia sangatlah luas. Lingkungan tempat tinggal penduduk
Indonesia juga bermacam-macam. Ada penduduk yang tinggal di
daerah pantai; ada yang tinggal di pegunungan; ada yang tinggal di daerah
dataran rendah; dan lain-lain. Maka tidak heran kalau terjadi beraneka
ragam kebudayaan di Indonesia.
Kita ambil satu contoh bentuk rumah. Lingkungan tempat tinggal mempengaruhi
bentuk rumah tiap suku bangsa. Rumah adat di Jawa dan di
Bali biasanya dibangun langsung di atas tanah. Sementara rumah-rumah
adat di luar Jawa dan Bali dibangun di atas tiang atau disebut rumah
panggung. Mengapa dibuat rumah panggung? Alasan orang membuat
rumah panggungantara lain untuk meghindari banjir dan menghindari binatang
buas. Kolong rumah biasanya dimanfaatkan untuk memelihara
ternak dan menyimpan barang.
Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari bermacam-macam bentuk
rumah adat. Berikut ini beberapa contoh rumah adat.
1. Rumah Bolon (Sumatera Utara).
2. Rumah Gadang (Minangkabau, Sumatera Barat).
3. Rumah Joglo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur).
4. Rumah Lamin (Kalimantan Timur).
5. Rumah Bentang (Kalimantan Tengah).
6. Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan).
7. Rumah Honai (Rumah suku Dani di Papua).
Setiap suku bangsa mempunyai adat istiadat. Adat istiadat itu mengatur
kehidupan bersama. Adat istiadat tercermin dalam pakaian adat, berbagai
upacara adat, seperti upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta
dalam tata pergaulan. Pakaian adat dipakai dalam upacara-upacara adat.
Namun, ada juga pakaian adat yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini contoh pakaian adat yang ada di Indonesia.
Setiap suku bangsa mempunyai upacara adat dalam peristiwa-peristiwa
penting kehidupan. Misalnya upacara-upacara kelahiran, penerimaan menjadi
anggota suku, perkawinan, kematian, dan lain-lain. Nama dan bentuk
upacara menandai peristiwa kehidupan itu berbeda-beda dalam masingmasing
suku. Beberapa contoh upacara adat yang dilakukan suku-suku di
Indonesia antara lain sebagai berikut.
1. Mitoni, tedhak siti, ruwatan, kenduri, grebegan (Suku Jawa).
2. Seren taun (Sunda).
3. Kasodo (Tengger).
4. Nelubulanin, ngaben (Bali).
5. Rambu solok (Toraja).
Keberagaman kebudayaan di Indonesia juga tampak dalam kesenian
daerah. Ada bermacam-macam bentuk kesenian daerah. Berikut ini beberapa
bentuk kesenian daerah.
1. Musik dan lagu daerah.
2. Tari-tarian tradisional daerah.
3. Seni pertunjukkan tradisional.
4. Seni lukis, ukir, pahat, dan anyaman tradisional.
2. Menghormati budaya di Indonesia
Banyak orang asing yang begitu kagum akan hasil budaya suku-suku
bangsa di Indonesia. Hasil budaya bangsa yang mengagumkan itu, antara
lain seni bangunan seperti Candi Borobudur, seni musik seperti gamelan
Jawa dan Bali, seni tari seperti tari Kecak, seni pahat seperti patung-patung
yang dibuat orang Asmat.
Keanekaragaman budaya merupakan kekayaan bangsa kita. Kebudayaan-
kebudayaan daerah merupakan modal utama untuk mengembangkan
kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional adalah puncak-puncak
kebudayaan daerah yang ada di wilayah Indonesia. Kebudayaan daerah
yang dapat menjadi kebudayaan nasional harus memenuhi syarat-syarat,
seperti:
a. menunjukkan ciri atau identitas bangsa;
b. berkualitas tinggi sehingga dapat diterima oleh seluruh bangsa Indonesia;
dan
c. pantas dan tepat diangkat sebagai budaya nasional.
Kebudayaan nasional harus memiliki unsur-unsur budaya yang mendapat
pengakuan dari semua bangsa kita, sehingga menjadi milik bangsa.
Kebudayaan nasional dilaksanakan pada saat kegiatan tingkat nasional,
seperti perayaan peringatan kemerdekaan 17 Agustus, peringatan hari-hari
nasional, dan kegiatan kantor pemerintah atau swasta.
Sebagai warga negara Indonesia kita seharusnya bangga dengan adanya
keanekaragaman kebudayaan. Bermacam-macam bentuk kebudayaan
itu merupakan warisan yang tak ternilai harganya. Kita harus menghormati
keanekaragaman budaya. Kita juga harus melestarikan dan mengembangkan
berbagai bentuk warisan budaya yang ada sekarang ini.
Bagaimana cara menghormati keanekaragaman budaya yang ada di
Indonesia? Sikap menghormati keanekaragaman budaya dapat kita tunjukkan
dengan sikap-sikap berikut ini.
1. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat
istiadatnya.
2. Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain.
3. Mau menonton seni pertunjukan tradisional.
4. Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional
seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.
5. Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar